Penggunaan kurikulum di sekolah nasional dan internasional ternyata memiliki berbagai perbedaan. Misalnya, sebuah sekolah internasional Bali berfokus pada penggunaan kurikulum berbasis global untuk mendidik setiap siswanya.
Dari sini, jelas terdapat perbedaan kurikulum internasional dan nasional. Mungkin beberapa dari kalangan masyarakat tidak begitu menyadari setiap detail ini lebih dekat.
Lantas, apa saja perbedaan antara sekolah dengan kurikulum nasional dan internasional? Mari simak setiap perbedaan mencolok beserta keunggulannya.
Perbedaan Kurikulum Internasional dan Nasional
Terdapat berbagai perbedaan mendasar antara kurikulum internasional dan kurikulum nasional. Berikut adalah pembahasannya:
1. Bahasa Pengantar
Pertama, sudah pasti sekolah nasional dan sekolah internasional menggunakan bahasa pengantar yang berbeda. Umumnya, sekolah nasional akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi nasional.
Sementara itu, sekolah internasional memang mendukung penggunaan kurikulum berbasis global. Alhasil, mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi secara global.
Hal ini mendukung fakta bahwa sebuah sekolah internasional mewajibkan adanya minimal satu orang guru asal negara lain. Jadi, ini akan membantu siswanya agar dapat bersaing secara global.
Setidaknya, sekolah internasional di Tanah Air masih menggunakan bahasa Indonesia. Bedanya, bahasa tersebut terpakai sebagai bahasa kedua.
Terlebih lagi, siswa di sekolah nasional dan sekolah internasional menggunakan buku penunjang pelajaran yang berbeda. Sekolah nasional menggunakan buku berbahasa Indonesia, sedangkan sekolah internasional menggunakan buku berbahasa Inggris.
2. Rentangan Jenjang Belajar
Perbedaan kedua berfokus pada rentangan jenjang belajar. Tentunya, kurikulum nasional akan mengikuti kewajiban setiap orang untuk mengikuti tiga rentang jenjang belajar sebagai berikut:
- SD: 7-12 tahun
- SMP: 13-15 tahun
- SMA: 16-19 tahun
Berbeda dengan sekolah nasional, kebanyakan sekolah internasional mengikuti rentang jenjang belajar berdasarkan kurikulum Cambridge sebagai berikut:
- Primary: 5-11 tahun
- Lower Secondary: 11-14 tahun
- Upper Secondary: 14-16 tahun
- Advanced: 16-19 tahun
3. Tugas
Faktor selanjutnya yang membedakan kurikulum nasional dan internasional adalah tugas. Pada dasarnya, kurikulum nasional mengutamakan tugas teori. Sedangkan, kurikulum internasional lebih banyak tugas praktik.
Sebagaimana yang dikutip dari Kumparan, tujuan siswa untuk mendapatkan tugas praktik untuk lebih berpikir kritis sekaligus bereksperimen. Maka dari itu, mereka harus menentukan dari hipotesis, metode, pembahasan, hingga simpulan secara mandiri.
Ibaratnya, tugas di sekolah internasional seperti tugas mahasiswa di kampus nasional. Jadi, siswa akan siap untuk menghadapi berbagai tantangan saat menempuh pendidikan tinggi kelak.
4. Ujian
Terakhir, proses ujian di sekolah nasional dan internasional tentu berbeda. Biasanya, sekolah nasional mengandalkan soal pilihan ganda dalam setiap ujian. Sedangkan ujian dalam sekolah internasional kebanyakan berformat soal esai.
Tidak hanya itu, siswa di sekolah internasional juga akan mengikuti ujian berskala global. Misalnya International Baccalaureate dan Cambridge International Examination.
Sudah paham bagaimana perbedaan kurikulum internasional dan nasional? Setelah menyadari setiap detail ini, mungkin Anda tertarik untuk menyekolahkan anak di sebuah sekolah internasional.
HighScope School merupakan sekolah internasional Bali yang menerapkan kurikulum standar internasional. Setiap siswa dapat berkembang dan mendapatkan life skill penting untuk masa depannya.